RSS
Post Icon

Love is in the Air

Love is in the Air
(Part 2)


-Para penumpang yang terhormat, dalam waktu 15 menit ke depan, kita akan mendarat ke bandara International Hongkong, di harapkan para penumpang duduk dan menggunakan sabuk pengaman hingga lampu tanda dimatikan, terima kasih-
“hoaaemm..i’m so tired”. kata Zayn sambil menguap
“okey,,then what now? Waiting for the boyguards came to us or...” tanya Lou
“Harry told me for waiting, he’ll came with Liam & Niall soon” jawab Zayn.
“good, no more bodyguards,, hehe” kata Lou cengengesan.

“Guys,, i have to go right now.. i guest Frida is waiting for me in the Hotel” kata gue sembari mengambil tas dan bersiap menuruni pesawat.
“Nice to meet you, have a nice trip”. Gue tersenyum manis ke Lou dan Zayn.
“We’ll meet soon”. Kata Zayn, sementara Lou melambaikan tangannya.
“i hope so..bye”. gue mengakhiri pembicaraan dan berjalan menuruni pesawat.

-Hotel Shangrila-
“Haahh..akhirnya bisa istirahat juga” kata gue rebahan di kasur.
“Akhirnya besok kita bisa jalan-jalan ke Disneyland ya Frid?” tanya gue seneng.
“Besok? Maksudmu 5 jam lagi kan?” tanya Frida memastikan.
“Oh iyaa,lupa.”.”gue tidur dulu ahh”. kata gue sambil memeluk bantal guling.
“Ya, gue juga mau tidur”. Kata Frida cengengesan setelah membaca sms yang masuk dari hapenya.

Ah..bener-bener hari yang melelahkan, gue jadi pengen denger lagu-lagu dari Ipodnya Zayn. Pasti gue bakal merasa nyaman seketika. Gue membatin sambil berusaha mentup mata gue. Selamat malam

“Diiiiiiitaaaaaaaaaaaaaaaaa..Kamu tidur ato apaaa sich?”.”Jam begini belum bangun!” teriak Frida.
“mmh..emang sekarang jam berapa?” kata gue, berusaha membuka mata.
“Udahh siang tau..sekarang udah jam 11,” kata Frida cemberut.
“HAAH?”.gue bangkit dari tempat tidur dan lansung melompat ke kamar mandi.
 “Sorry, Frid..gue mandi dulu dech,, kamu tunggu aja di Loby ya” kata gue dari kamar mandi.

30 menit berlalu, dan gue udah siap. Yeah, hari ini..Disneyland! i’m comin’. Kata gue bersemangat.
Oh iya..nggak boleh lama-lama, Frida nunggu di Loby nich. Gue harus cepet sebelum dia ngamuk lagi.

-Lobby Hotel-
“hah,,haah,,”.”Sorry Frid, gue udah berusaha cepet-cepet tadi.” Kata gue sambil ngos-ngosan.
“Apa Dit? Oh iya.nggak apa-apa kok.” Kata Frida enteng sembari menyeruput secangkir Teh.
“Loh? Kamu udah mesenin gue minum nich? Makasih ya..” kata gue setelah melihat ada satu cangkir teh lagi yang nganggur di depan Frida.
“Eh,,eh..bukan Dit!”.” Itu punya Harry..” kata Frida panik ngeliat gue megang cangkir itu.
“Hah? Harry?”.”Kok bisa dia disini?” tanya gue ke Frida.

“good morning Dita” tiba-tiba Niall muncul dari belakang punggung Frida. Disusul dengan Zayn, Liam, Harry dan Lou.
“Heh?” gue jadi makin bingung.”kok bisa mereka pada disini Frid?” tanya gue berbisik.
“Nah, itu..tadi subuh katanya pas habis jemput Lou, mereka lupa arah Hotel mereka, jadi gue ngasih saran buat nginep di hotel ini aja...hehehe” lanjut Frida.

Ohh..itu toch alasannya kenapa tadi subuh dia mesam-mesem sendiri, ternyata sms dari Harry toch..hmm. gue membatin.

“Hi, sweetie..we meet again” sapa Zayn.
“h..h..hi guys” kata gue gugup nggak beralasan.
“Oh,, this is for ya”. Kata Zayn sambil melemparkan sekepin cd dengan foto mereka berlima disampul depannya.
“Up All Night? What is this Zayn?” tanya gue setelah membaca Judul yang tertera di cd tersebut.
“mmh..your request to me before, sweetie”. Kata Zayn sambil mengambil sebuah kunci mobil di atas meja.
“Really, thank you so much”. Kata gue girang dan tanpa sadar gue memeluk Zayn
“Thank you-thank you-thank you”. Kata gue.
“hey..hey.. udah mesra-mesraannya ” kata Frida.
Mendengar kata-kata Frida pun, gue sadar kalo gue tadi meluk Zayn secara tiba-tiba. Dan gue langsung melepas pelukan gue ke Zayn, dan  yang laen dari tadi pasti merhatiin gue. Gimana nich?Aduuh. Tanya gue dalem hati sambil tepok jidat. >,<

“yeah,, your welcome Sweetie, thanks for helping us too”. Kata Zayn sambil tersenyum kecil
Sementara itu gue masih memerhatikan kepingan cd itu.
“hahahaha... how narsiscm both of you guys” kata gue tertawa lepas.
“Sorry, what did you say girl?” tanya Liam.
“hahaha..aw..this..hahaha" kata gue, menunjukkan foto mereka di kepingan cd tadi sembari menahan perut gue yang sakit gara-gara kebanyakan ketawa.

“hahaha,,she’s just an innocent girl, Li..” kata Niall yang ikut-ikutan ketawa.
“haha,yeah..thats my idea..so you can remember us if you see it” kata Zayn.
“Dita, kamu ketawanya keterlaluan dech, itu albumnya mereka tau!” kata frida protes.
“gue tau ini punya mereka..kan ada fotonya Frid,,buahahaha”. Kata gue masih ketawa.

“So where we wants to go now?” tanya Lou, mengambil tempat duduk di sebelah Liam.
“hmm,, i think Disneyland sounds good idea”.” How about you?” kata Harry.
“yeah,, sounds good,” kata Niall menyetujui usulan Harry.
“Okey..let’s go to Disneyland now” kata Lou bersemangat. J
“wo..woow..wow..wait”.”how many cars you have guys?” tanya gue.
“just one, why?” jawab Liam.
“is that enough for 7 people? “. Tanya gue lugu.
“twelve, includes their guards” tambah Frida.
“Dont worry ladies, we drive a Limo “ jawab Lou sambil lalu.
“wohoo..this is would be fun,, we have no vacation for a long time”. Kata Harry “besides, i thing i’ve found my sweetheart”.lanjutnya sembari menggandeng tangan Frida dengan mesra.
Ahh..gue cemburu nich liat Frida sama Harry, mesra banget sich..gue kan juga mau. Kata gue dalem hati.

15 menit berlalu, dan akhirnya kami sampai di Disneyland.

“Wawawawa...liat,liat..ada One Direction di sini..” samar-samar gue denger kata-kata tersebut dari kerumunan pengunjung.
“Ih,,siapa tu cewek?”.”nampang banget ya..mau di bilang banget kalo jalan sama One Direction”.

“hufftt...stay calm” kata gue menarik napas.
Mendengar gue menggumam, Zayn berbalik ke arah gue dan mengusap lembut kepala gue.
“yeah,, no matter what..just stay calm”. Kata Zayn tersenyum lebar.

Ahh,, Zayn..kamu memang manis yaa..gue jadi suka sama kamu. Pantesan banyak yang naksir sama kamu. Kata gue dalem hati sambil mesam-mesem sendiri.

“hey..Zayn..Hurry UP..”.”The Photographer was here”. Teriak Harry dari kejauhan.
“Yupp”. Jawab Zayn, berlari kecil ke arah Harry.
“fotografer? Buat apaan? Kan mau seneng-seneng katanya?” gue bicara sendiri.
“mereka ada pemotretan di sini Dit, resiko jadi artis,hah” jawab Frida yang tiba-tiba udah ada di sebelah gue.
“Ya udah kalo gitu..kita liat mereka pemotretan yuk”.”pasti seru”. Ajak gue ke Frida.

-Ckrikk..ckrikk..ckrikk-
“Wah.. gaya mereka keren banget yaa”. Kata gue
“Iya donk, apalagi Harry, coba kamu liat senyumnya” kata Frida kembali semangat.
“ahh,,mulai dech.. Harry-infect nya..” kata gue jahil.

“OK..Break for 1 hour guys, thank you”.
“Eh Dit, gue tinggal dulu ya..Harry panggil gue buat Lunch,,dah “. Kata Frida.
“Iya dah..sono..gue ikut seneng kok.” Gue menanggapi
Frida tiba-tiba megang tangan gue.”makasih ya Dit, kamu ngerti banget..hehehe” kata Frida.”Bye”

Hah..gue makan siang sama siapa ya? Zayn kemana ya? Kok dia nggak kelihatan?

“sweet for sweets” kata Zayn yang tiba-tiba muncul dari belakang gue sambil membawa 2 cone ice cream ditangannya dan memberikan salah satunya ke gue.
“Ah..thank you.”kata gue, dan tiba-tiba..
“aww..ZAYN..ZAYYNNN..WE LOVEEEE YAAAH.!!” . teriak para fans.
“Mmh..gimme a minute to talk with my fans..okey?” Tanya Zayn sembari berlari menuju ke arah kerumunan fans nya..
“I’ll back in a second”. Teriak Zayn dari kejauhan sembari tersenyum. J

Ah,, gue iri sama para fansnya. Mereka bisa nyatain cinta secara terang-terangan ke Zayn, sedangkan gue cuma bisa nyimpen dalam hati. Pasti Zayn seneng banget dikerumunin cewek-cewek cantik yang selalu tersenyum manis didekatnya. “haah”. Tapi satu yang bisa gue pastiin, kalo rasa cinta gue ke Zayn tidak lebih besar dari siapapun. “Yeahh”. kata gue dalem hati sambil mecicipi ice cream tadi, hingga Zayn datang kembali.

“hey, sweetie J” kata Zayn tersenyum, kemudian membelai halus rambutku.
#Prakk.. sebuah telur busuk pecah dikepala gue, tercecer sampe ke bahu, dan gue hanya bisa terdiam menahan tangis.

“Who did this?” tanya Zayn geram.
Disaat itulah para Fans yang dari tadi berkerumun, perlahan lahan membubarkan diri. Dan gue tau, telur ini datang dari arah fans tadi. “memang sepertinya hal itu pantas untuk mu”.”Sapa suruh deket-deket sama Zayn”.”Zayn itu milik kami”. Yaa, itulah yang gue denger samar-samar dari kerumunan itu. Apakah mereka begitu benci kepadaku? Tapi kenapa? Apakah aku nggak boleh mencintai Zayn juga?. Pikir ku dalam sedih
“Za..Zayn..it’s allright”. Kata gue menahan tangis.
“but i don’t”. Kata Zayn tegas.
“it’s okay Zayn, better you go with you friends back while i clean my hair up”. Kata gue sambil meninggalkan Zayn sendiri disana, diam terpaku.

Gue berlari, dan mulai terisak. Kenapa? Kenapa gue harus ngalamin hal seperti ini?. Tuhan, apakah ini larangan darimu agar aku tidak mencintainya?. Dengan tangan tertelungkup di depan wajahku, aku merenung dalam tangis. Hingga aku merasakan ada belaian tangan dipundakku.
“Sweetie, are you allright?” terdengar suara parau dengan nada rendah.
“Za..Zayn..” kata gue masih terisak.
“i’m so sorry this happenend to you, sweetie”. Ujar Zayn sedih sembari membenamkan diriku kedalam pelukannya.
“ I Love you, Dita..” kata Zayn tiba-tiba mengecup keningku.
“w..what?” tanya gue sesenggukan.
“I love you Dita, and i’ll try to protect you ”. Kata Zayn kalem.
“Ba..But.. you’re always crowded by your beautifull fans and i saw you like it, beein crowded by your fans”. Kata gue merundukkan kepala.
“I don’t care i’ll lose my fans as long as you with me” kata Zayn kembali memelukku.
“Coz i love you so, Dita. Only you..it’s enough, because you light up my world like nobody else, seein me like Me, not an artist..from the moment i met you..you stole my heart.” Lanjut Zayn.
“ai..ai.. Love you too Zayn, hiks..hiks..”.Gue menangis dalam pelukan Zayn. kata kata yang keluar dari mulut gue seketika membuat hati gue lega, entah karena apa.
“ssh..sshh..”.”you’re always be my Dita”. Kata Zayn sembari mengangkat dagu ku, dan mendaratkan sebuah kecupan kecil nan lembut di bibir ku. “stop crying, Sweetie”. Kata Zayn tersenyum kecil.

“ I love you, Zayn”. Ujar gue sembari melingkarkan lengan ke lehernya,..
Zayn tiba-tiba memelukku dengan erat.
“mmh,, Zayn”..kata gue lirih..
“yeah Honey?” jawab Zayn heran sembari mengendurkan pelukannya.
“Would you please to help me wash my hair?”.
“hahaha...okey Honey..i’ll do anything for you”. Kata Zayn kalem.
“hehehe”. Gue terkekeh lirih.
Kalian tau..Liburan kali ini adalah liburan gue yang sangat berharga, yah walaupun agak kacau pada mulanya. Tapi sekarang gue sangat bahagia, karena gue bisa menemukan seseorang yang special di hatiku. Oh iya.. gue juga belajar satu hal selama liburan ini, “Jika kau mencintai seseorang, beranikanlah dirimu untuk mengatakannya, jika tidak, Impian tidak akan menjadi kenyataan”. Yah,, begitulah kata Zayn. Love is in the Air..bisakah kamu merasakannya??

JJJJ ­­

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Post Icon

Love is In The Air


Love is in the Air
(Part 1)
Yuhuuu..hari ini gue bakalan liburan ke Disneyland di Hongkong, dan sekarang gue sudah duduk manis di bandara. Aha J
Oh ya..gue lupa memperkenalkan diri, gue Meidita Malik. Biasanya sich di panggil Ditha. Kali ini gue bakalan liburan dengan Frida, sahabat baik gue dari SMP dulu J.

-PERHATIAN..Disampaikan kepada seluruh penumpang pesawat Garuda JT708 dengan tujuan Hongkong, di persilahkan menaiki pesawat. Terima kasih-
 “Eh Dit, Ayo buruan. Gate-nya udah di buka tuch”. Kata Frida
“Ayo dech, gue udah nggak sabar pengen cepet-cepet nyampe di Hongkong”. Sahut gue

Gue dan Frida pun mulai berjalan, sekejap mata gue melihat ada 5 cowok bule jangkung dan cakep banget lewat di samping gue. Gue yang pada dasarnya emang suka sama cowok bule, langsung aja ngegosip sama Frida, sahabat gue.
“Psst...Frid, kamu liat cowok-cowok bule tadi nggak?” tanya gue sambil berbisik
“Yang mana sich? Gagah nggak Dit?” Frida bertanya sembari menoleh kiri-kanan penasaran.
“Yach..udah lewat Frid,, kamu telat” kata gue lemes. “Tapi sumpah..tadi itu gagah banget”
“Yeah,yeah,yeah..udah..cepetan, gue udah capek nenteng tas nich” sahut Frida agak kesel.

5 menit berselang, gue dan Frida pun sudah ada di dalem pesawat. Nah, karena ini liburan yang udah gue rencanakan se-perfect mungkin, gue dan Frida sepakat buat ngambil Seat Bussiness Class..hehehe J.
“Hmm..Kayaknya tempat kita di depan sono dech Frid”. Sembari ngeliat ticket.
“Oh..okey..”Sahut Frida.

“Excume Beauty Ladies..May i passing you trought??”
Tiba-tiba seorang cowok bule dengan suara yang sexy berkata di belakang gue. Yeah salah satu cowok bule yang gue liat tadi di bandara. Oh my God, mereka satu pesawat sama gue. YESSSS!! Bisa nyuci mata nich..hahaha...What a  Perfect Holiday J.
“Oh..umm..we’re sorry”. Kata Frida sembari memberi jalan. Dan gue hanya bisa bengong
“Thankyou”. Kata cowok bule tersebut sembari mengedipkan matanya ke Frida dan Gue.

“Eh..eh..Frid..itu tadi Cowok bule yang gue omongin ke kamu”.”gagah kan?” tanya gue cengengesan.
“Astagaa, Dit, kamu nggak tau mereka siapa ya?”. Tanya Frida
“Mereka itu One Direction, dan tadi itu Zayn. Nah yang ada di belakangnya itu si Harry, Liam, dan Niall..Eh tunggu,, si Louis mana yaa? Mereka kan ada 5 orang?” lanjut Frida.
“Oh yaa?? Gue baru tau, berarti kita beruntung banget ya bisa satu pesawat dengan mereka Frid” kata gue seneng.
“Iya..iyaa..gue juga seneng..udah,kita nyari seat kita dulu”. Kata Frida.

Hmm..kayaknya seat gue disana dech, gue membatin..
“Frid, seat kamu dimana? Punya gue kayaknya di depan sana dech” sambil nunjuk seat baris ke2 dari depan.
“Oh,,gue juga di baris ke dua Dit,Cuma di sebelah kiri, kamu di kanan kan?” tanya Frida.
“Yeah”. Kata gue rada’ kecewa. Kok misah sich? Mana kayaknya disebelah gue cowok semua tuch.

Akhirnya gue dan Frida pun berjalan ke Seat kita masing-masing, di saat gue berusaha memasukkin tas gue ke bagasi, gue baru sadar kalo yang duduk di seat sebelah gue itu Zayn dan Niall. Gue cengok, mendelik, dan langsung mutar kepala gue ke arah Frida. Jeng-jeng-jeeeng, Frida duduk di sebelahnya Harry .kelihatannya Frida seneng banget dan Enjoy dengan Harry. Sedangkan Liam, duduk persis di belakang gue,sudah tertidur pulas. Dan gue pun telan ludah. Gosh,,what a perfect Holiday. Kata gue dalem hati.

“ssstt,,Zayn..there’s a girl came to us” bisik Niall ke Zayn.
“Emm..excume guys,,my seat are next to you..” kata gue canggung. Ya iyalah..sapa nggak canggung coba, Frida bilang mereka itu artis terkenal. Mana ngganteng semua lagi.. aha J.
“Yeah??, aha..lucky me, have a seat sweetie” kata Zayn ke gue.
“Oh..umm..yeah..thankyou”.kata gue cengok.
“So..what’s your name girl?” tanya Niall ke gue.
“hah?..oh..just Call me Dita”. Kata gue.
“hmm,,what will do you do at Hongkong?” tanya Zayn..
“Vacation of course, you know..i’ll go to Disneyland with my closefriend”. Kata gue sambil nunjuk Frida yang lagi bercanda ria dengan Harry.

Niall dan Zayn mendongak ke arah seat yang gue tunjuk.
“Heeyy Harrreeehh,, just asking her number for me, huh!” teriak Niall jahil.
“huh? No way,,she’s mine..just don’t trying to disturb us now, Nayyel!” sahut Harry agak jengkel. Gue perhatiin, Frida mesam-mesem seneng. Dan gue Cuma tertawa lirih.

-Pesawat akan tinggal landas dalam 5 menit, diharapkan seluruh penumpang duduk dan menggunakan sabuk pengaman-
“Yeahh” kata gue seneng. “Hongkong, gue dateng”. Sembari memasang sabuk pengaman gue.
“uh..oh.. Dita, you’re Indonesian right?” tanya Niall tiba-tiba.
“Yeah,,Why?” tanya gue rada’ bingung.
“Could you teach us to say in indonesian words?” Zayn memotong lagi pertanyaan Niall.
“Umh,,okey..what words do you want to say in Indonesian?” tanya gue.
“ how about I Love You ?” tanya Niall.
“Aku Cinta Kamu”. Jawab gue enteng.
“Eekuuuhh Shintaa Keyymuhh”. Ujar Zayn kaku.
“Huahaahahaaa..,Okey i’m sorry.” Kata gue sambil berusaha menahan tawa gue.
“Well, i’ve trying” kata Zayn rada mangkel.
 “Sorry,, don’t keep in mind”. Kata gue nyesel.
“yeah,,at least we now a litte Indonesian words” kata Zayn tenang sambil melihat ke arah jendela.

“Where’s Lou, Zayn? I’ve didn’t hear his voice” kata Niall.
“oh, maybe he’s just take a pee” jawab Zayn santai.

-Para penumpang yang terhormat, Pesawat ini akan terbang dengan ketinggian 10.000 kaki di atas permukaan laut, dengan jarak tempuh 2 jam. Diharapkan para penumpang tetap menggunakan sabuk pengaman hingga tanda lampu dimatikan. Terima kasih-
“You don’t know you beautifull..oo..” Zayn menyanyikan sebuah lagu upbeat sembari memasang headsets dikupingnya, dan gue suka dengan lagunya.
“ehmm,,Zayn..i like that song, who’s the singer” tanya gue polos.
“Dita, are you sure you dunno this song? Or the singer is?” tanya Niall cengok.
“sshh..” Zayn berdesis ke Niall, menyuruh Niall diam.
“well, you’d listen me sing this song right? So, you can say it was me.”.Jawab Zayn senang.
Niall pun langsung terkekeh-kekeh, dan gue cuma bisa pasang muka cengok gue ke mereka.
“umh..okey..” jawab gue pasrah..
“hey, sweetie..wanna heard sum song ?” tanya Zayn sambil nyodorin sebelah dari headsetnya.
“thankyou Zayn”. Jawab gue sembari memasang headset ke kuping gue.

“Up All Night..do it all with you..up all night” lagu mulai terdengar di kuping gue.
“Zayn,, this song is great,it’s so upbeat, i like it”. Kata gue. “i hope i know the singer”.
“Hahahahaha...Okey..i wanna sleep for a while”.”better you too” kata Zayn sambil mengedipkan matanya ke gue sebelum terlelap pulas.

Sementara Zayn tidur, gue masih terus mendengarkan lagu-lagu yang terputar di Ipod zayn selama 1 jam setengah.
“Cause i can love you more than this,,yeaah”.
“Hmm,,lagunya sedih banget..yang nyiptain hebat banget nich”. Kata gue setelah mendengar lagu tersebut.
Samar-samar gue mendengar Harry menyanyikan lagu yang sama seperti lagu yang gue denger tadi. Karena gue penasaran, gue memutar arah kepala gue ke Harry.
“Mhh..Frida,,kamu tau lagu yang Harry nyanyiin tadi nggak?” tanya gue ke Frida.
“Tau dong,, masa gue nggak tau”. Jawab Frida. “Emank kenapa Dit?”
“Judulnya apa sich? Gue mau download tu lagu” sahut gue.
“Emank Zayn nggak kasih tau kamu yaa?” jawab Frida.
“Dia tidur kali, gimana mau tanya.” Jawab gue agak mangkel. dan gue memutar kepala gue kembali.

Yang tau lagu ini. Pliss kasih tau gue donk..gue suka sama lagunya. Jerit gue dalem hati.

Tanpa gue sadari, Zayn bangun, mungkin karena suara gue tadi kali ya.
“Oh,, you already woke up, hmm, and Niall still sleepin” kata Zayn ke gue sambil mengucek matanya.
“Actually, i don’t sleep at all,,hehehe” jawab gue cengengesan.
“So, what do yo think about those songs?” tanya Zayn sambil melirik ke Ipodnya.
“i like it..really..all of them,, could you tell me what’s the title about all of this song, please”. Pinta gue ke Zayn.
“Hmm,,i’ll tell you if we’re at Hongkong, okey?” jawab Zayn.
“Just gimme your cellphone numbers, then i’ll message you.” Lanjut Zayn sambil mengeluarkan Blackberrynya.
“Okey..087840890940” jawab gue senang.

-Para penumpang yang terhormat, dalam 15 menit ke depan, kita akan mendarat di bandara internasional Hongkong, waktu setempat adalah pukul 4 sore. Di mohon para penumpang agar duduk di tempat dan menggunakan sabuk pengaman, terima kasih-

“hey,,Nayeell,,”.”Naeyeeelll..wake up!” kata Zayn sambil mengguncang-guncang pundak Niall.
“hmm..Hoaeemmm”.”i wake up now” kata Niall males, berusaha membuka matanya.
“are we in Hongkong now?” tanya Niall lemes.
“Almost” jawab Zayn.

15 menit berselang, pesawat pun mendarat.
-Selamat datang di Bandara International Hongkong, Terima kasih dan selamat menikmati perjalanan anda-

“Wohoooo...Hongkong,,gue disini sekarang” kata gue girang sambil melepas sabuk pengaman.
“What it means?” tanya Niall.
“hah? Umh,,Hongkong i’m comin’.” Kata gue asal.
“oh yeahhyeah..Guu..wee dhi..sinieehh”. Niall berkata sambil nyengir-nyengir sendiri.
Gue pun beranjak dari seat gue untuk ngambil tas jinjing gue yang gue simpen tadi di bagasi, cuma tas gue posisi nya di dalem banget, jadi gue harus njinjit sedikit.
“Need some help, sweetie?” tanya Zayn sembari mengambil tas gue di bagasi.
“umhh,,thankyou Zayn,next time i’ll wear higheels to grab it by myself”. Kata gue asal ceplos.
“hahaha..hahaha..”Zayn hanya ketawa keras mendengar omongan gue barusan.

Gue beralih sedikit ke arah Frida, Frida kayaknya udah ngambil tasnya di bagasi dech. Kata gue dalem hati.
“Frida,,kamu udah ngambil tas kamu belum?” tanya gue ke Frida yang masih asik di sebelah Harry.
“iya udah,,kamu gimana?” Frida balik tanya ke gue.
“Udah,, ayo kita turun sekarang”. Kata gue, tiba-tiba ada segerombolan om-om berbadan gede pake baju dan kacamata item masuk ke pesawat. Sontak aja gue sama Frida kaget.
“Lah-lah..ini apa ini? Kok banyak banget om-om badan gede disini?” kata gue ke Frida.

“Ough.Ohh yeahh...another BodyGuards came,, shall we always be like this?” kata Niall jengkel.
“Yeah,,this is little too much, you know” Harry ikut-ikutan protes.
“Hahaha..one by one this time huh?” kata Zayn jengkel.
“mmh..where’s Lou?” kata Liam yang baru aja bangun dari tidurnya.

“we’re been check around in this plane sir, negatif”.kata salah satu guard mereka.
Tiba-tiba mereka semua langsung panik.
“Toilets, he’s must be there!” kata Zayn tiba-tiba.
Karena panik Niall, Harry, dan Zayn serentak mengambil hape mereka. Tiba-tiba hape Zayn berdering, Zayn yang masih panik cuma bisa melongo melihat layar hapenya.
“Zayn,,it was Lou callin at you, stupid. answer it!” kata Niall dengan nada agak kencang.
“Oh Yeah,,i’m sorry..”Zayn mengangkat telpon dan mengaktifkan loudspeaker hapenya.
“Where you’ve been Lou??”.”we’ve been searchin for you on plane”. kata Zayn panik.
“Zzzt.. Zayn..Zzzt..i’m still in airport..zzzt..” kata Lou putus-putus.
“HAH?? Still? Waht do you mean with ‘Still’? “ kata Harry tegang.
“well...Zzzt..i think i’ve just leave behind..Zzzt.. could you pick me up now?..Zzzt.. i’m start freakin’in here” jawab Lou.
“WHAT?” jawab Niall, Harry, Zayn dan Liam bersamaan.
“Okey..i’ll be there soon, i’ll come back to pick you up there” kata Zayn tiba-tiba dan menutup telponnya.
“But how?? You dunno anything bout there, and you can’t speak indonesian.” Kata Niall ke Zayn.
“i’ll back with Dita,”.”Right?” tanya Zayn ke gue.
“What?”.” No way,,!! How about my vacation? And Frida? “. Kata gue
“Please, help us..we’ll be gratefull if you want” kata Harry memohon ke gue.
“iya..kamu bantu aja mereka Dit, gue kan ada Harry disini.” Kata Frida senang.

Shit, gue udah jauh- jauh kesini. Udah merencanakan semuanya seperfect mungkin, sekarang gue udah di Hongkong, dan gue harus balik lagi ke jakarta? DAMN. Mana Frida ikut-ikutan lagi. Kesal gue dalem hati.

“Okey..i’ll books two ticket right now.!” Kata Zayn sambil memencet-mencet layar hapenya.
“Ha..ahh”. Gue menghela napas. Lenyaplah sudah liburanku yang sempurna. Kata gue dalem hati.

Akhirnya gue terpaksa ikut Zayn ke Jakarta, LAGI, dan selama kita berjalan di Airport, Zayn selalu menggandeng tangan gue dengan erat. Kalian tau? Gimana rasanya diliatin sama sejuta umat dengan pandangan sinis?? Nah itu yang terjadi sama gue selama gue di Airport.
“Zayn..would you please to get your hands of mine?” tanya gue lirih.
“No,if i did, i’ll get lost in here” kata Zayn sambil berjalan terus menuju ke pesawat.
“but, there’s many people lookin at us now”. Kata gue mulai gelisah.
“let them do what they want, sweetie” kata Zayn cuek.

Dan selang 3 jam lebih, akhirnya gue dan Zayn nyampe di bandara Soekarno-Hatta. Zayn tetep aja betah megang tangan gue. Dan orang-orang di bandara juga tetep ngeliatin gue sinis, sama persis kayak di bandara Hongkong. Mungkin kalo gue jalan sendiri, gue udah di terkam.. hhiiii :S

“So,, where is he?” kata Zayn celingukan kiri-kanan
“oh,, lets ask to the security”. Kata gue sambil menunjuk ke arah seorang security yang sedang asik berdiri di teller ticket.

“selamat malam pak, apa ada disini seseorang bule yang mengaku ketinggalan pesawat tadi sore?”. Tanya gue sopan. Security memandangi gue dan Zayn dengan curiga seakan bertanya, kalian ini siapa.
“Oh,ini temannya pak, lagi nyari-nyari.” Kata gue setelah melihat raut wajah security tersebut.
“Iya ada, mari ikut saya”. Kata Security tersebut.
“terima kasih pak” jawab gue bersyukur.
“C’mon Zayn, this way.. the security will leads the way” kata gue ke Zayn yang dari tadi ngeliatin gue sambil menggigit bibir bawahnya, berbicara sama security.
“uh..oh..yeah”. jawab Zayn ngikutin gue dan kembali memegang tangan gue.

Kami bertiga pun menuju ke sebuah kantor kecil yang bertempat di ujung ruangan.
“mari dek”. Kata security itu sambil membukakan kami pintu.
“terima kasih pak” kata gue sopan.

“Zaynn,, dude,, thanks god you here” .kata Lou langsung bangkit dari tempat duduk pas melihat Zayn muncul dari ambang pintu.
“Ye..yeah..you should thanked to Dita too”. Kata Zayn sambil menunjuk ke gue.
“Oh..Thankyou so much Girl,, i’m Louis” kata Lou memperkenalkan diri ke gue.
“Gue Dita, eh,, sorry.. Just call me Dita” kata gue refleks.

“So, are we have a flight now?” Tanya Lou.
“Yeah,, you’d make me so jetlag today dude”. Jawab Zayn mangkel.
“hahahaha...dan kalian sukses bikin liburan gue berantakan, dude” kata gue kesel.
“sorry, what did you say?” tanya Lou.
“umm, Nothin” jawab gue asal.

-Para penumpang pesawat dengan tujuan Hongkong, di persilahkan menaiki pesawat sekarang juga, terima kasih-
“Okey,, better we hurry, i’m sleepy” kata Lou.
“c’mon sweetie” kata Zayn ke gue.

Setelah melewati 2 gate pemeriksaan, gue, Lou dan Zayn mendarat selamat di kursi pesawat.
“Haah..haah..haah”. “rekor nich hari, pulang balik Hongkong-Jakarta 2 kali dalem sehari” kata gue ke diri sendiri.”hahaha”.
“oh,,i’m soo tired” kata Zayn sambi kembali menyalakan Ipodnya dan memakai headset.
“yeah,, i’m gonna sleep too” kata Lou melihat Zayn menyayupkan matanya.

Hmm, kayaknya gue juga musti tidur nich, bentar sampe di Hongkong jam 2 subuh. Kata gue dalem hati.
Gue pun mulai menutup mata gue, dan tiba-tiba Zayn menyelipkan satu headsetnya ke kuping gue, gue pun kembali membuka mata gue dan keheranan.
“this, for lullaby, good night” kata Zayn lirih.
“good night”. Kata gue lemes. Entah lagu apa yang terputar di kuping gue, tapi musiknya bikin gue hangat dan nyaman.
“i love you, Dita” kata-kata yang gue dengar samar-samar sebelum gue jatuh tertidur pulas selama perjalanan.

Tak terasa 2 jam berlalu, dan kami pun tiba dibandara Hongkong, Lou yang tadi udah ngebangunin gue, sekarang berusaha keras buat ngebangunin Zayn, yang kayaknya bener-bener kelelahan.
“Dude,,” kata Lou sambil mengguncang pundak Zayn..
“hey,, Dude,, WAKE UP NOW!” kata Lou agak sedikit teriak.
“mmh..hoaeemm,” Zayn menguap dan berusaha membuka matanya.
-Para penumpang yang terhormat, dalam waktu 15 menit ke depan, kita akan mendarat ke bandara International Hongkong, di harapkan para penumpang duduk dan menggunakan sabuk pengaman hingga lampu tanda dimatikan, terima kasih-
“hoaaemm..i’m so tired”. kata Zayn sambil menguap

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS